Showing posts with label INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label INDONESIA. Show all posts

Monday, 1 February 2016

Materi IPS 7 Kurikulum 2013 : Penduduk Indonesia dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam



Bab 3
Penduduk Indonesia dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Pada bagian sebelumnya, kamu telah mempelajari keadaan wilayah Indonesia yang sangat kaya akan sumber daya alam. Sebagian dari kekayaan alam tersebut belum mampu dimanfaatkan oleh penduduknya sehingga belum memberikan dampak yang optimal terhadap kesejahteraan penduduk. Bahkan, sebagian penduduk Indonesia masih dalam keadaan miskin.
Mengapa penduduk Indonesia belum mampu memanfaatkan sumber daya alam secara optimal? Bagaimanakah pemanfaatan sumber daya alam yang telah dilakukan oleh penduduk Indonesia? Bagaimanakah dukungan sarana dan prasarana dalam pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia? Semua pertanyaan tersebut akan kamu temukan jawabannya pada bab ini. Diharapkan setelah mempelajari bab ini, kamu dapat mengetahui keadaan penduduk Indonesia dan aktivitasnya dalam pemanfaatan sumber daya alam, khususnya pada era Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam. Sejumlah informasi tidak termuat dalam materi bab ini, tetapi kamu dapat menelusurinya dari berbagai sumber, baik dari buku maupun internet.
A.Keadaan Penduduk Indonesia
Untuk menggambarkan kondisi kependudukan di Indonesia, para ahli demografi menggunakan sejumlah ukuran, di antaranya bilangan jumlah, kepadatan, sebaran, dan komposisi.
1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, penduduk Indonesia mencapai 257.516.167 jiwa. Sementara itu, hasil Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 237.641.326 jiwa. Jika luas wilayah Indonesia mencapai 1,904,569 km2, berapakah angka kepadatan penduduknya?
Angka kepadatan penduduk dihitung dengan cara membagi jumlah penduduk dengan luas wilayah. Jadi, rumus yang digunakan adalah
kepadatan Penduduk = Jumlah Penduduk : Luas Wilayah
2. Komposisi Penduduk
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. Informasi tentang jumlah penduduk akan lebih bermakna untuk kepentingan tertentu dengan mengelompokkannya berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan sangat beragam seperti pendidikan, agama, geografis, pekerjaan, dan lain-lain. Gambaran tentang komposisi penduduk di Indonesia adalah sebagai berikut.
a.Komposisi Berdasarkan Pendidikan
Tingkat pendidikan penduduk yang dicapai oleh suatu negara akan memberikan gambaran tentang kualitas sumber daya manusia yang tinggal di negara tersebut. Negara-negara maju tingkat pendidikan penduduknya termasuk tinggi, sebaliknya dengan negara-negara berkembang, apalagi negara miskin.
b.Komposisi Berdasarkan Agama
Negara memberikan kebebasan bagi semua penduduknya untuk memilih agama sesuai dengan keyakinannya. Kebebasan memilih tersebut merupakan Hak Azasi Manusia yang dilindungi oleh negara. Seseorang atau sekelompok orang tidak diperbolehkan memaksakan kehendaknya terhadap orang lain untuk memilih agama tertentu.
c.Komposisi Berdasarkan Bidang Usaha
Aktivitas perekonomian negara akan tergambar dari bidang usaha yang digeluti oleh penduduknya. Negara-negara miskin dan berkembang biasanya lebih banyak penduduknya yang bekerja dalam bidang usaha pertanian. Sebaliknya, penduduk negara maju lebih banyak yang bekerja dalam bidang perdagangan, jasa, dan industri.
Bidang usaha penduduk Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan lapangan pekerjaannya menjadi pertanian, industri, konstruksi, perdagangan, transportasi, keuangan, jasa kemasyarakatan, dan lainnya.
d.Komposisi Penduduk Berdasarkan Wilayah Geografis Desa dan Kota
Secara geografis, penduduk dapat dibagi berdasarkan lokasi tempat tinggalnya di desa atau kota. Lokasi tempat tinggal penduduk tersebut dapat menjadi ciri dari perkembangan ekonomi suatu negara. Biasanya, sebagian besar penduduk negara-negara maju tinggal di perkotaan, sebaliknya dengan negara-negara miskin dan berkembang. Meningkatnya jumlah penduduk perkotaan terjadi karena pertambahan alami (selisih antara kelahiran dan kematian) serta berpindahnya penduduk desa ke kota dengan alasan utama untuk memperoleh pekerjaan di kota. Kota memberikan peluang lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih menjanjikan dari sisi pendapatannya dibandingkan dengan desa sehingga makin banyak orang berpindah ke kota. Oleh karena itu, motif ekonomi cenderung dominan dalam peristiwa perpindahan penduduk dari desa ke kota.

B. Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang berlimpah belum tentu memberikan manfaat yang besar bagi penduduknya jika tidak dikelola dengan baik. Fakta menunjukkan negara-negara yang kaya akan sumber daya alam masih tertinggal keadaan ekonominya dibandingkan dengan negara yang justru sumber daya alamnya terbatas. Sebagai contoh, Jepang memiliki luas wilayah yang terbatas, demikian pula dengan kekayaan alamnya. Tetapi, Jepang menjadi negara maju di dunia.
Pemanfaatan potensi sumber daya alam oleh penduduk telah dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas. Sesuai dengan sumber daya alam yang dimilikinya, aktivitas pemanfaatan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam aktivitas pertanian, pertambangan, kehutanan, dan kelautan.
1.Aktivitas Pertanian
Aktivitas pertanian merupakan aktivitas yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Keadaan tanah yang subur serta iklimnya yang mendukung membuat penduduk Indonesia banyak yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas pertanian. Secara umum, aktivitas pertanian di Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu seperti berikut.
a.Pertanian Lahan Basah
Pertanian lahan basah atau disebut pula pertanian sawah banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Pertanian lahan basah sangat baik dikembangkan di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 300 meter. Pada daerah tersebut, air cukup tersedia dari sungai-sungai atau saluran irigasi yang ada di sekitarnya. Jenis tanaman yang umumnya dibudidayakan pada lahan basah adalah padi. Contoh aktivitas pertanian lahan basah tersebut terdapat di Pantai Utara Jawa, Kalimantan, dan Sumatera
b.Pertanian Lahan Kering
Pertanian lahan kering merupakan bentuk pertanian yang mengandalkan air hujan. Karena itu, pertanian ini dilakukan pada saat musim hujan. Sementara itu, pada musim kemarau, lahan dibiarkan tidak ditanami karena tidak ada pasokan air. Pertanian lahan kering banyak dikembangkan di daerah dengan ketinggian 500-1.500 meter. Dengan suhu udara yang cukup sejuk, pertanian lahan kering cocok untuk tanaman palawija, sayuran, dan buah-buahan. Aktivitas perladangan merupakan bentuk pertanian lahan kering yang banyak dilakukan oleh penduduk Indonesia.
2.Aktivitas Perkebunan
Perkebunan merupakan aktivitas budi daya tanaman tertentu pada lahan yang luas. Tanaman tertentu adalah tanaman semusim dan atau tanaman tahunan yang jenis pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman perkebunan (UU No. 18 Tahun 2004). Perkebunan dapat dibedakan menjadi perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Perkebunan besar adalah perkebunan yang dikelola oleh perusahaan yang berbadan hukum. Sementara itu, perkebunan rakyat adalah perkebunan yang diselenggarakan oleh rakyat. Perkebunan tersebut luas lahannya lebih kecil daripada luas lahan perkebunan besar.
3. Aktivitas Peternakan
Apa saja hewan ternak yang dibudidayakan di Indonesia? Budi daya peternakan yang dikembangkan di Indonesia di antaranya kerbau, kuda, sapi, babi. Sebenarnya, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam, kambing/domba, dan lain-lain.
4. Aktivitas Perikanan
Sumber daya perairan Indonesia sangat berlimpah. Curah hujan yang tinggi membuat banyak wilayah yang memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan untuk aktivitas perikanan oleh penduduk. Tentu saja sumber daya alam perikanan yang jauh lebih besar adalah sumber daya alam yang ada di laut. Luas laut yang sangat besar atau 2/3 dari luas wilayah Indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam, khususnya ikan.
5.Aktivitas Pertambangan
Pada Bab 2, kamu sudah belajar tentang jenis-jenis barang tambang penting yang ada di Indonesia. Pada bagian ini, kamu akan belajar tentang aktivitas pertambangan, baik yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan maupun oleh rakyat secara perorangan.
Perusahaan pertambangan dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia yang ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan sistem bagi hasil dengan pemeritah Indonesia.
Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik rumah tangga, industri, kendaraan bermotor sampai Perusahaan Listrik Negara (PLN). Produksi minyak bumi Indonesia pada tahun 2011 mencapai 329.249 ribu barel. Sementara itu, produksi gas alam mencapai angka 3.256.379 MMSCF (Million Standard Cubic Feet). Produksi minyak bumi dan gas alam Indonesia dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri dan juga diekspor ke berbagai negara
6.Aktivitas Kehutanan
Sumber daya alam yang juga sangat berlimpah di Indonesia adalah sumber daya alam hutan. Hutan telah lama dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan serta sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan kemudian dilakukan secara intensif dengan mengambil sumber daya yang ada di dalamnya secara besar-besaran

C. Potensi Alam dan Mobilitas Penduduk Antarwilayah di Indonesia
Sebaran potensi sumber daya alam secara alamiah memang tidak merata. Oleh karena itu, ada wilayah yang kaya akan sumber daya alam dan sebaliknya ada wilayah yang miskin sumber daya alam. Pada wilayah yang kaya sumber daya alam dan telah dimanfaatkan secara optimal potensinya, biasanya terjadi gejala pemusatan penduduk. Gejala pemusatan penduduk ini kemudian membentuk wilayah permukiman dan perkotaan.
Pemusatan penduduk pada suatu wilayah tidak hanya terjadi karena faktor sumber daya alam, tetapi juga karena adanya keunggulan yang lain, seperti lokasi yang strategis dan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas. Penduduk yang berkualitas biasanya banyak mengembangkan aktivitas industri, khususnya industri jasa.

D. Jenis-Jenis Kelembagaan Sosial
Pada masa Praaksara, kebutuhan masyarakat sangat sederhana. Bagi mereka kehidupan hanya sekadar bagaimana memenuhi kebutuhan akan makanan, tempat berteduh, kebutuhan seksual, dan melindungi diri dari hewan buas. Karena itu, pemanfaatan sumber daya alam masih sangat sedikit. Kehidupan masyarakat terus berkembang menjadi makin kompleks. Masyarakat tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan akan makanan, pakaian, dan perumahan, tetapi terdapat banyak kebutuhan lainnya seperti kebutuhan untuk rekreasi, kebutuhan akan keadilan, kebutuhan
akan keamanan, kebutuhan akan pendidikan dan seterusnya. Pemanfaatan sumber daya alam pun makin meningkat.
Dalam pemenuhan kebutuhan manusia, diperlukan suatu lembaga yang mengatur pemenuhan berbagai jenis kebutuhan manusia. Jika tidak, kehidupan masyarakat akan sulit terkendali dan timbul kekacauan, ketidakmerataan, dan lain-lain. Oleh karena itu, kamu patut menghargai berbagai lembaga sosial yang ada karena memiliki peran dan fungsi masing-masing dalam mengatur kehidupan masyarakat.
Lembaga sosial memiliki sejumlah ciri atau karakteristik. Ciri umum lembaga sosial adalah sebagai berikut.
1.    Lembaga sosial memiliki kekekalan tertentu yang biasanya berlangsung lama. Hal ini terjadi karena adanya anggapan orang bahwa lembaga sosial berisi sekumpulan norma yang harus dipertahankan. Norma tersebut sangat dibutuhkan untuk mengatur kehidupan atau hubungan antarmanusia, misalnya dalam keluarga.
2.    Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu, misalnya lembaga pendidikan bertujuan untuk mentransfer nilai, norma, dan ilmu pengetahuan kepada generasi berikutnya.
3.    Lembaga sosial memiliki alat atau perangkat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, misalnya lembaga politik memiliki bendera atau lambang, lembaga ekonomi memiliki uang sebagai alat tukar, dan lain-lain.
Dalam masyarakat Indonesia yang heterogen, terdapat berbagai jenis lembaga sosial yang satu dan lain saling berhubungan dan saling melengkapi. Lembaga-lembaga sosial tersebut adalah keluarga, lembaga agama, lembaga ekonomi, lembaga pendidikan, lembaga budaya, dan lembaga politik.
1.Lembaga Keluarga
Keluarga merupakan unit sosial yang terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak-anaknya. Dalam keluarga, diatur hubungan antaranggota keluarga sehingga anggota keluarga mempunyai peran dan fungsi masing-masing. Keluarga terbentuk dari sebuah perkawinan yang sah menurut agama, adat, dan pemerintah
2.Lembaga Agama
Lembaga agama adalah lembaga yang mengatur kehidupan manusia dalam kaitannya dengan kehidupan keagamaan. Semua agama sama-sama memisahkan antara baik dan buruk, yang dibolehkan dan yang dilarang, atau kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Ukuran baik dan buruk atau terlarang telah dirumuskan dalam ajarannya. Bangsa Indonesia dalam lintasan sejarahnya selama beribu-ribu tahun adalah bangsa yang luwes, toleran, dan terbuka. Sejak awal, pengaruh agama-agama luar diterima dengan baik, meskipun tidak seutuhnya.
Sebelum masuknya agama-agama besar dunia ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal Tuhan dan menjunjung tinggi prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada masa Hindu-Buddha, konsep agama diterima secara baik dan ikut memperkaya khazanah kehidupan
beragama di Nusantara karena tidak sama persis dengan kehidupan beragama di India.
Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ketujuh Hijriyah atau abad ke-13 Masehi dibawa oleh saudagar-saudagar dari jazirah Arab. Sejak saat itu, masyarakat mulai mengenal ajaran agama Islam. Selanjutnya, memasuki abad ke-16, masuklah agama Nasrani yang dibawa oleh bangsa-bangsa Eropa yang datang ke Indonesia dan sejak saat itu di Indonesia berkembang berbagai macam agama sampai sekarang ini.
Keberadaan berbagai agama di Indonesia menunjukkan bahwa kehidupan beragama cukup dinamis. Hal ini juga didukung adanya lembaga keagamaan. Lembaga keagamaan adalah organisasi yang dibentuk oleh umat beragama dengan maksud memajukan kepentingan keagamaan umat yang bersangkutan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup keagamaan setiap umat beragama. Setiap agama di Indonesia memiliki lembaga keagamaan, yaitu seperti berikut.
1. Islam: Majelis Ulama Indonesia (MUI)
2. Kristen: Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)
3. Katolik: Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
4. Hindu: Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
5. Buddha: Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)
6. Khonghucu: Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin)
3.Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi ialah lembaga yang mempunyai kegiatan bidang ekonomi demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Lembaga ekonomi lahir sebagai suatu usaha manusia menyesuaikan diri dengan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka yang berkaitan dengan pengaturan dalam bidang-bidang ekonomi dalam rangka mencapai kehidupan yang sejahtera. Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 terdapat tiga lembaga perekonomian yang ada di Indonesia, yaitu koperasi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).
Koperasi adalah lembaga ekonomi yang berwatak sosial, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. BUMN adalah jenis bidang usaha dan produksi yang langsung diusahakan dan dikelola oleh negara. BUMS adalah jenis bidang usaha dan produksi yang langsung diusahakan dan dikelola oleh masyarakat atau swasta
4.Lembaga Pendidikan
Menurut Undang-Undang No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Apakah yang dimaksud dengan lembaga pendidikan? Lembaga pendidikan adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang bergerak dan bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan terhadap anak didik.
Jenis-jenis lembaga pendidikan meliputi pendidikan formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar jalur pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
a.Pendidikan Formal (Lembaga Pendidikan Sekolah)
Pendidikan formal merupakan pendidikan di sekolah yang diperoleh secara teratur, sistematis, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat, merupakan perangkat yang berkewajiban memberikan pelayanan kepada generasi muda dalam mendidik warga negara. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sementara itu, jenis pendidikan formal terdiri atas pendidikan umum, kejuruan, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.
b.Lembaga Pendidikan di Masyarakat (Pendidikan Nonformal)
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Satuan pendidikannya terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar, majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Hasil dari pendidikan nonformal ini dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan
c.Pendidikan informal (Lembaga Pendidikan Keluarga)
Kegiatan pendidikan keluarga disebut juga lembaga pendidikan informal. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. Pendidikan keluarga juga dikatakan lingkungan yang utama karena sebagian besar dari kehidupan anak berada dalam lingkungan keluarga.
5.Lembaga Budaya
Lembaga budaya adalah lembaga publik dalam suatu negara yang berperan dalam pengembangan budaya, ilmu pengetahuan, lingkungan, seni, dan pendidikan pada masyarakat yang ada pada suatu daerah atau negara. Contoh lembaga budaya adalah paguyuban seni dan budaya, organisasi konservasi lingkungan, masyarakat ilmiah, media cetak dan elektronik.
6.Lembaga Politik
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Dalam politik, terdapat lembaga politik yang menangani masalah administrasi dan tata tertib umum demi tercapainya keamanan dan ketenteraman masyarakat. Lembaga-lembaga politik yang berkembang di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Lembaga-lembaga politik tersebut adalah seperti berikut.
a.Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
b.Presiden dan Wakil Presiden
c.Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
d.Dewan Pertimbangan Agung (DPA)
e.Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
f.Mahkamah Agung (MA)
g.Pemerintahan Daerah
Politik merupakan kegiatan yang berkaitan dengan masalah kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk memengaruhi pihak lain sehingga orang yang dikuasai mau menerima dan mengikuti kehendak orang yang memiliki kekuasaan. Adanya kekuasaan cenderung bergantung pada hubungan antara yang berkuasa dan yang dikuasai. Kekuasaan selalu ada di dalam setiap masyarakat, baik yang masih sederhana maupun yang kompleks susunannya.
Bentuk dan penggunaan kekuasaan diatur oleh nilai dan norma sosial. Setiap masyarakat mempunyai nilai dan norma tersendiri yang mengatur bentuk dan penggunaan kekuasaan itu.
Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, yang memengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. Nilai menggambarkan suatu perbuatan atau tindakan yang oleh masyarakat dianggap baik-buruk, benar-salah, penting-tidak penting. Norma adalah patokan perilaku yang disepakati oleh masyarakat.

Uji Pemahaman Materi
1.Mengapa sebaran penduduk Indonesia tidak merata?
2.Apa keuntungan dan kerugian jika jumlah penduduk suatu negara sangat besar?
3.Mengapa sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian?
4.Mengapa pertanian lahan basah dilakukan di dataran rendah?
5.Bagaimanakah cara pemanfatan lahan yang dilakukan pada pertanian lahan kering?
6.Mengapa penduduk Indonesia belum memanfaatkan sumber daya kelautan secara optimal?
7.Mengapa aktivitas pertambangan dapat menimbulkan gejala pemusatan penduduk?
8.Mengapa sarana transportasi udara makin banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh?
9.Apa kelebihan dan kekurangan sarana transportasi udara dibandingkan dengan sarana transportasi laut?
10.Mengapa jenis-jenis lembaga keluarga, agama, ekonomi, pendidikan, budaya, dan lembaga politik berkembang di masyarakat?

Bab 4
Keragaman Sosial dan Budaya Indonesia
Masih ingatkah kamu letak Indonesia secara geografis? Lihat kembali materi pada Bab 1 tentang letak wilayah Indonesia. Secara geografis, letak wilayah Indonesia memiliki arti penting bagi masuknya unsur-unsur kebudayaan dari luar karena wilayah Indonesia menjadi jalur perdagangan internasional. Kondisi ini memungkinkan masyarakat Indonesia untuk berinteraksi dengan bangsa-bangsa asing dari berbagai belahan dunia. Interaksi tersebut menghasilkan keragaman sosial dan budaya yang unik.
Keragaman dan keunikan budaya Indonesia menciptakan ketertarikan bagi orang-orang luar negeri. Mereka datang ke Indonesia untuk melihat atau mempelajari kebudayaan daerah tertentu. Tahukah kamu dari mana munculnya keragaman tersebut? Apa kontribusi keragaman sosial budaya terhadap kehidupan di Indonesia? Pada bab ini, kamu akan mempelajari keanekaragaman sosial budaya Indonesia khususnya pada era Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam. Sejumlah informasi tidak termuat dalam materi bab ini, tetapi kamu dapat menelusurinya dari berbagai sumber, baik dari buku maupun internet.

A.Bentuk-Bentuk Keragaman Sosial dan Budaya Indonesia
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena memiliki kemampuan berpikir, perasaan, dan keterampilan. Dengan kemampuan ini, manusia dapat menentukan sendiri cara untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan mengubah lingkungannya. Sebagai contoh, manusia membuat tempat tinggal atau membuat senjata untuk mempertahankan diri. Manusia juga membuat serangkaian aturan dan norma-norma untuk bergaul dan mengatur kelompoknya. Dengan demikian, manusia menghasilkan berbagai macam norma, aturan, benda, lembaga, atau hal-hal lain untuk mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhannya. Karya-karya manusia dalam usahanya mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup disebut hasil budaya.
Sebelum mempelajari keragaman budaya Indonesia lebih jauh, kamu perlu mengetahui apa itu kebudayaan. Kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Kebudayaan ada dua macam, yaitu kebudayaan jasmani dan kebudayaan rohani. Kebudayaan jasmani adalah kebudayaan yang dapat dirasakan, diraba, dan dilihat secara nyata. Contohnya alat-alat tradisional, pakaian adat, kesenian, adat istiadat, arsitektur bangunan, dan lainnya. Kebudayaan rohani adalah kebudayaan yang hanya dapat dirasakan, namun tidak dapat dilihat atau diraba. Contohnya, kepercayaan dan ideologi.
1.keragaman Suku Bangsa
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan suku? Suku adalah suatu kesatuan masyarakat atas dasar kesamaan bahasa, budaya, dan tempat tinggal. Misalnya suku Dayak, mereka tinggal di Pulau Kalimantan, mereka memiliki bahasa dan beradat istiadat Dayak. Demikian pula suku Jawa, mereka tinggal di Pulau Jawa, mereka berbahasa dan beradat istiadat Jawa.
Daerah asal suku-suku di Indonesia tersebar di berbagai daerah. Setiap suku memiliki kebiasaan hidup yang berbeda-beda. Kebiasaan hidup ini menjadi budaya dan ciri khas suku masing-masing hingga membentuk suatu keragaman budaya.
2. Keberagaman Bahasa
Ayo, perhatikan teman-teman di kelasmu! Adakah yang menggunakan dialek atau bahasa yang berbeda? Dari daerah mana sajakah mereka berasal? Apakah mereka setiap saat menggunakan bahasa daerah mereka? Kita harus bersyukur karena Indonesia memiliki sekitar 746 bahasa daerah. Bahasa daerah adalah bahasa yang dituturkan di daerah tertentu. Bahasa daerah digunakan untuk percakapan atau komunikasi untuk suku yang sama. Setiap suku memiliki bahasa yang berbeda dari logat dan dialeknya yang khas. Itulah ciri khusus setiap bahasa daerah.
Pada perkembangannya, bahasa daerah memperkaya bahasa Indonesia. Mengapa demikian? Karena banyak kosakata bahasa daerah yang dibakukan ke dalam bahasa Indonesia.
3. Keberagaman Budaya
Kamu sudah memahami bahwa di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa. Nah, karena Indonesia memiliki beragam suku bangsa, bentuk kebudayaannya juga beragam. Setiap daerah memiliki kebudayaan daerah yang khas. Bagaimana keragaman budaya daerah dapat dikenal? Keragaman budaya daerah dapat dikenali melalui bentuk-bentuk pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, rumah adat, alat musik, seni pertunjukan, upacara adat, dan lain-lain.
a.Rumah Adat
Bentuk rumah adat menunjukkan ciri khas kehidupan masyarakat suatu daerah. Selain itu, bentuk rumah juga dipengaruhi oleh lingkungan alam daerahnya. Lihat rumah Joglo yang memiliki ciri khas berupa empat tiang penyangga utama (soko guru) yang merupakan lambang penentu arah mata angin dan tumpang sari yang merupakan susunan terbalik yang disangga oleh soko guru. Amati pula rumah Bubungan Tinggi dari Kalimantan Selatan dan Rumah Limas dari Sumatra Selatan, bentuknya menyerupai rumah panggung. Kondisi alam Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan memiliki banyak sungai, model rumah panggung cukup baik untuk daerah tersebut. Rumah panggung dapat dijadikan sebagai perlindungan ketika air sungai meluap.
b.Pakaian Adat dan Senjata Tradisional
Keragaman budaya Indonesia juga dicirikan oleh keanekaragaman pakaian adat.

Materi IPS Klas 7 :Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia



Bab 2
Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia
Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam. Potensi kekayaan sumber daya alam tersebut sangat terkait dengan keadaan fisik alam Indonesia yang memungkinkan terbentuknya beraneka ragam sumber daya alam. Iklim dan kondisi bentuk muka bumi yang beragam memberikan kemungkinan keragaman sumber daya alam yang ada di Indonesia.
Kekayaan sumber daya alam Indonesia pada kenyataannya tidak tersebar merata. Ada wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam, ada juga yang sebaliknya. Wilayah-wilayah yang kaya akan sumber daya alam biasanya menjadi tujuan para pendatang untuk menetap sehingga terjadi pemusatan penduduk. Setiap wilayah memiliki kekayaan alamnya sendiri yang tidak dimiliki oleh wilayah lainnya. Dalam keadaan demikian, terjadi pertukaran sumber daya alam antarwilayah. Dalam bab ini, kamu akan mempelajari seberapa besar potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dan penyebarannya, khususnya pada era Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam. Sejumlah informasi tidak termuat dalam materi bab ini, tetapi kamu dapat menelusurinya dari berbagai sumber, baik dari buku maupun internet.
A. Pengertian dan Pengelompokan Sumber Daya Alam
Perhatikan sumber daya alam yang ada di sekitarmu. Apakah sumber daya alam yang tersedia di daerahmu mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di daerahmu? Setiap hari kita menggunakan atau mengonsumsi bahan atau barang yang berasal dari sumber daya alam. Ikan yang kita makan berasal dari sungai, kolam, danau, atau laut. Pakaian yang kita kenakan berasal dari kain yang bahannya berasal dari tumbuhan maupun hewan. Kendaraan yang kita naiki juga bahannya berupa logam yang merupakan hasil tambang.
Jika demikian halnya, apa yang dimaksud dengan sumber daya alam? Sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya. Bahan tersebut dapat berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Gambar berikut merupakan contoh kekayaan alam di Indonesia.
Sumber daya alam dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa hal berikut.
1.Kemungkinan pemulihannya: (a) sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan (b) sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui;
2.Materinya: (a) sumber daya alam organik dan (b) sumber daya alam anorganik;
3.Habitatnya: (a) sumber daya terestris, dan (b) sumber daya alam akuatik.
1.Sumber Daya Alam Berdasarkan Kemungkinan Pemulihan
Sumber daya alam berdasarkan kemungkinan pemulihannya dapat dikelompokkan menjadi seperti berikut.
a. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resources) adalah sumber daya yang dapat tersedia kembali dalam waktu yang cepat sehingga tidak dapat habis. Namun demikian, apabila pemanfaatannya tidak terkendali, sumber daya alam ini dapat habis atau punah. Contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui ialah berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Banyak tumbuhan dan hewan yang punah atau terancam punah karena ulah manusia merusak tempat hidupnya atau memburunya untuk berbagai keperluan. Selain itu, air dan udara juga masuk kelompok ini.
Bagaimanakah sumber daya alam air dan udara memperbarui dirinya? Jika tumbuhan dan hewan memperbarui dirinya dengan cara melakukan reproduksi, udara dan air melakukannya dengan cara siklus atau daur. Air dan udara tidak dapat punah, tetapi dapat menurun kualitasnya akibat aktivitas manusia yang melakukan pencemaran.
b. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resources) merupakan sumber daya alam yang pembentukannya berlangsung sangat lambat dalam waktu jutaan atau ratusan juta tahun. Oleh karena itu, jumlahnya relatif tetap atau berkurang karena dimanfaatkan dan akhirnya pada saatnya nanti akan habis. Contoh: minyak bumi, gas alam, batu bara, dan bahan tambang lainnya. Gambar berikut merupakan contoh aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Bagaimanakah caranya agar sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tetap lestari? Manusia harus memanfaatkannya secara bijaksana atau tidak berlebihan. Di samping itu, perlu dikembangkan bahan alternatif pengganti yang fungsinya sama tetapi selalu tersedia, seperti melakukan daur ulang sehingga mengurangi tingkat eksploitasinya.
2.Sumber Daya Alam Berdasarkan Materi
Sumber daya alam dapat juga dikelompokkan berdasarkan materinya seperti berikut.
a. Sumber Daya Alam Organik
Sumber daya alam organik (hayati) materinya atau bahannya berupa jasad hidup, yaitu tetumbuhan dan hewan. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam organik antara lain kehutanan, pertanian, peternakan, dan perikanan
b. Sumber Daya Alam Anorganik
Sumber daya alam anorganik (nonhayati), materinya berupa benda mati seperti benda padat, cair, dan gas. Kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya alam anorganik di antaranya pertambangan mineral, tanah, batuan, minyak dan gas alam, dan energy.
3.Sumber Daya Alam Berdasarkan Habitat
Sumber daya alam berdasarkan macam habitatnya dapat dibedakan menjadi seperti berikut.
a. Sumber Daya Alam Terestris
Sumber daya alam terestris (daratan) adalah sumber daya yang berhubungan dengan tanah sebagai lahan untuk berbagai aktivitas penduduk, sebagai bahan industri (keramik, genteng, dan lain-lain), dan segala sumber daya yang berasal dari darat
b. Sumber Daya Alam Akuatik
Sumber daya alam akuatik (perairan), sumber daya alam yang berhubungan dengan laut, sungai, danau, air tanah, air hujan, dan lain-lain

Aktivitas Kelompok
Pemanfaatan sumber daya alam dari masa ke masa mengalami perubahan.
1.Diskusikan pemanfaatan sumber daya alam, khususnya pada masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam! Tulislah hasil diskusi pada tabel berikut ini!
Masa
Nama Sumber Daya Alam
Manfaat SDA dalam pemenuhan kebutuhan
Praaksara


Hindu-Budha


Islam


2.Bagaimana masyarakat di daerahmu memanfaatkan sumber daya alam, baik yang dapat diperbarui maupun yang tidak dapat diperbarui?
Sumber Daya yang Dapat Diperbarui
Sumber Daya yang Tidak Dapat Diperbarui



B. Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia
Sebagai negara tropis dengan ribuan pulau dan lautan yang luas, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah. Di daratan, suhu dan curah hujan yang tinggi memungkinkan penduduk dapat menanam berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Curah hujan yang tinggi juga menjamin ketersediaan air untuk kepentingan budi daya perikanan darat. Luas wilayah Indonesia yang tergolong besar juga menyimpan kekayaan berupa lahan yang masih belum dimanfaatkan. Banyak pulau yang masih belum berpenghuni sehingga pada masa yang akan datang masih terbuka luas untuk dikembangkan dengan berbagai produk pertanian. Lahan yang luas juga menarik para pengusaha untuk membuka perkebunan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain lahan yang masih luas, Indonesia juga memiliki laut yang luas dan garis pantai yang sangat panjang. Laut dengan berbagai sumber daya yang terkandung di dalamnya belum dimanfaatkan secara optimal oleh penduduk. Sebagian penduduk Indonesia masih berorientasi ke darat. Padahal, potensi sumber daya laut, khususnya ikan, masih sangat berlimpah. Garis pantai yang sangat panjang juga memungkinkan dikembangkannya budi daya perikanan.
Sumber daya alam Indonesia yang beraneka ragam sudah dikenal oleh bangsa lain sejak dulu. Bangsa India dan Cina sudah mengadakan hubungan dagang dengan bangsa Indonesia sejak abad ke-2 Masehi. Komoditas perdagangan dari Indonesia yang terkenal antara lain emas, kayu cendana, cengkih, lada, dan kapur barus. Komoditas tersebut termasuk yang diperdagangkan di pasaran internasional dengan nilai tinggi.
Ketika hubungan dagang dengan Cina mulai terjalin, para pedagang Indonesia diharapkan mampu menyediakan barang dagangan yang dapat menyamai kedudukan barang-barang dagangan dari Asia Barat. Kekayaan bumi Indonesia mampu menyediakan barang-barang seperti bahan wangi-wangian, misalnya berbagai jenis kemenyan dan kayu harum seperti cendana, kapur barus, dan berbagai jenis rempah-rempah. Barang-barang tersebut mampu menembus pasaran Cina.
Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat dikelompokkan menjadi sumber daya tanah, sumber daya air, sumber daya hutan, sumber daya tambang dan sumber daya laut.
Gambaran tentang setiap sumber daya alam disampaikan pada bagian berikut ini.
1. Potensi Sumber Daya Udara
Udara tidak tampak mata, tidak berbau, dan tidak ada rasanya. Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya angin yang menggerakkan benda-benda, seperti pohon yang tertiup angin, air yang bergelombang, dan lain-lain. Walaupun demikian, udara merupakan salah satu jenis sumber daya alam, sama halnya dengan air, tanah, bahan tambang, laut, dan hutan.
Mengapa udara termasuk salah satu jenis sumber daya alam? Udara memiliki banyak fungsi bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Manusia dan hewan membutuhkan udara untuk bernapas. Tumbuhan membutuhkan udara untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses pembentukan zat makanan karbohidrat oleh tumbuhan. Zat makanan yang dihasilkan sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia dan binatang.
Udara juga berfungsi melindungi kehidupan di bumi dari sinar ultraviolet dan benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi. Lapisan udara atau atmosfer yang menyelubungi bumi menyaring radiasi ultraviolet yang dapat mengganggu kehidupan di bumi. Benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi juga akan hancur di udara sebelum sampai ke bumi.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika udara tidak ada. Benda-benda angkasa akan banyak yang sampai ke bumi sehingga membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Udara terdiri atas tiga unsur utama, yaitu udara kering, uap air, dan aerosol. Udara kering merupakan unsur utama pembentuk udara, terdiri atas nitrogen, oksigen, dan lain-lain. Persentase setiap unsur dalam udara kering dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2.1 Komponen Penyusun Udara
Macam Gas
Volume (%)
Massa (%)
Nitrogen (N2)
Oksigen (O2)
Argon (Ar)
Karbon dioksida (CO2)
Lain-lain
78,088
20,049
0,930
0,030
0,003
75,527
23,143
1,282
0,045
0,003
Tabel 2.1 menunjukkan bahwa sebagian besar unsur penyusun udara kering adalah nitrogen, kemudian berikutnya oksigen dan sejumlah unsur lainnya yang persentasenya kecil. Walaupun volumenya kecil, tetapi unsur-unsur itu memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan.
Dalam udara terdapat pula uap air yang berasal dari hasil penguapan (evaporasi). Proses pemanasan oleh cahaya matahari mengakibatkan tubuh-tubuh air seperti sungai, danau, dan laut, sebagian akan berubah menjadi uap air yang mengisi udara di atasnya. Karena itu, uap air tersebar tidak merata di permukaan bumi. Persebaran uap air bergantung pada intensitas atau tingkat penyinaran matahari dan keberadaan tubuh-tubuh air di suatu wilayah.
Selain udara kering dan uap air, dalam udara juga terdapat aerosol. Aerosol merupakan benda-benda berukuran kecil yang karena beratnya sangat ringan, ia mampu melayang-layang di udara. Aerosol dapat berupa partikel berbentuk garam, karbon, sulfat, nitrat, garam natrium, kalsium, kalium, silikat, partikel-partikel dari gunung berapi, dan lain-lain.
Aerosol dengan mudah dapat kita lihat ketika ada cahaya matahari yang masuk lewat celah pada suatu bangunan. Benda-benda kecil yang melayang-layang akan terlihat dengan jelas.
Tanpa semua unsur penyusun udara, tentu kehidupan tidak berjalan seperti yang kamu lihat saat ini. Uap air dalam udara sangat bermanfaat untuk proses terbentuknya hujan.
Demikian pula aerosol, sangat bermanfaat untuk kondensasi dan pembentukan hujan. Ketika uap air berubah menjadi titik air, uap air perlu tempat untuk bertengger. Tempat itu adalah partikel-partikel yang melayang di udara atau aerosol. Tanpa aerosol, hujan akan sulit terjadi. Melihat begitu pentingnya udara bagi kehidupan, tidak heran jika udara merupakan salah satu jenis sumber daya alam.
Ruang udara yang berada di suatu negara menyangkut kedaulatan negara. Hal ini karena ruang udara merupakan unsur pembentuk wilayah suatu negara selain daratan. Karena itu, diperlukan pengaturan pemanfaatan ruang udara, misalnya untuk kepentingan lalu lintas udara. Sebagai contoh, pesawat militer tidak diperkenankan untuk melewati wilayah udara suatu negara tanpa izin negara yang dilewati.
2. Potensi Sumber Daya Tanah
Tanah merupakan tempat kita melakukan berbagai aktivitas. Di atas tanah, manusia bercocok tanam, membangun rumah, membangun jalan, dan lain-lain. Tanah juga menjadi bahan untuk membuat bangunan, jalan, dan lain-lain.
Perhatikanlah tanah di sekitar kamu! Termasuk jenis tanah apa? Seperti apakah warnanya? Apakah warna tanah tersebut selalu sama di berbagai lokasi? Jika tidak, warna tanah seperti apakah yang pernah kamu lihat?
Ya, ternyata tanah beragam cirinya, tidak hanya warnanya, tetapi juga tekstur, struktur, kedalaman, usia, dan lain-lain.
Bagaimanakah proses terbentuknya tanah? Tanah terbentuk dari bahan induk atau batuan. Bahan induk dapat berupa batuan beku maupun batuan sedimen. Tanah yang terbentuk dari batuan beku berasal dari lava yang keluar dari gunung berapi kemudian membeku. Batuan yang telah membeku tersebut selanjutnya terkena pengaruh cuaca, terutama panas dan hujan. Batuan kemudian hancur dan terbentuklah tanah. Hancurnya batuan dapat juga terjadi karena adanya tumbuhan yang akarnya mampu menghancurkan batuan.
Tanah juga dapat terbentuk dari batuan sedimen. Batuan sedimen tersebut mengalami pemadatan, menjadi keras, dan kemudian hancur oleh pengaruh cuaca (suhu, hujan, kelembapan, dan lain-lain). Tanah yang terbentuk dari batuan sedimen akan berbeda dengan tanah yang terbentuk dari batuan beku.
Tanah yang terus mengalami proses pelapukan akan makin tebal atau dalam. Dengan demikian, usia tanah dapat ditentukan dari ketebalan atau kedalaman tanah, makin tebal atau dalam, makin tua usia tanah tersebut. Usia tanah juga dapat dilihat dari warna dan banyaknya lapisan atau horizon tanah. Warna tanah berubah sehingga tanah yang memiliki horizon tanah yang banyak dapat dikatakan tanah tersebut telah mengalami perkembangan lanjut atau berusia tua. Biasanya, tanah yang berusia tua berwarna kemerah-merahan, sedangkan tanah yang muda berwarna abu atau kehitaman sesuai dengan batuan yang menjadi bahan atau asal pembentukan tanah tersebut.

Aktivitas Kelompok
Kamu telah belajar tentang sumber daya tanah. Selanjutnya, lakukan pengamatan terhadap keadaan tanah di sekitar tempat tinggalmu!
No Pengamatan
Nama Lokasi
Warna Tanah
Bentuk Muka Bumi
Jenis Pemanfaatan yang dominan
1
Bukit Durian
Merah
Perbukitan
Tanaman tahunan (buah-buahan dan kayu) dan Palawija











Berdasarkan sifat batuan induknya, secara umum tanah di Indonesia dapat dibedakan menjadi: (a) tanah dengan bahan induk vulkanik, (b) tanah dengan bahan induk bukan vulkanik, (c) tanah organik atau humus.
a. Tanah dengan Bahan Induk Vulkanik
Tanah vulkanik terbentuk dari material vulkanik yang dikeluarkan saat gunung berapi meletus. Material vulkanik yang dikeluarkan gunung berapi terdiri atas lava dan lahar.
Lava adalah magma yang mencapai permukaan bumi melalui letusan gunung berapi.
Istilah lava juga berarti aliran batuan yang cair yang mengalir dari kawah.
Lahar adalah campuran air dan batuan yang menuruni lereng gunung berapi sebagai akibat adanya gaya gravitasi.
Tanah vulkanik terbentuk dari material vulkanik setelah melalui proses pelapukan yang sangat lama. Biasanya, tanah vulkanik lebih subur dibandingkan dengan jenis tanah lainnya. Oleh karena itulah, daerah yang berada di sekitar gunung berapi merupakan daerah pertanian yang subur.
Di manakah sebaran tanah vulkanik di Indonesia? Sebaran tanah vulkanik sangat bersesuaian dengan sebaran gunung berapi di Indonesia. Sebaran gunung berapi umumnya terdapat di Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara serta sejumlah daerah di Sulawesi dan Maluku. Dengan demikian, sebaran tanah vulkanik terdapat di Pulau Sumatra sepanjang Bukit Barisan, Pulau Jawa kecuali di utara Pegunungan Kendeng (Bojonegoro), Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur kecuali Pulau Sumba dan Timor. Selain itu, tanah vulkanik terdapat juga di Maluku kecuali Kepulauan Kei dan Aru, dan bagian utara Sulawesi.
b. Tanah dengan Bahan Induk Bukan Vulkanik (Tanah Tertier)
Bahan induk dari tanah ini adalah bukan hasil aktivitas atau letusan gunung berapi. Jika kamu perhatikan peta sebaran tanah di Indonesia, sebaran tanah berbahan induk bukan vulkanik terletak di daerah berikut.
1.Sebelah timur dari rangkaian pegunungan di Sumatra (Pegunungan Bukit Barisan), Bangka, Belitung, Kepulauan Riau, dan lain-lain.
2.Bagian utara Jawa Timur (sebelah utara Pegunungan Kendeng) dan Madura.
3.Bagian kecil dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (Sumba, Timor).
4.Sebagian besar wilayah Sulawesi.
5.Kalimantan dan sebagian besar Papua.
6.Sebagian besar Maluku.
c. Tanah Organik
Tanah organik (humus) adalah tanah yang terbentuk dari tumpukan sisa-sisa tumbuhan. (Isa Darmawijaya, 1990). Di Indonesia, tanah organik dikenal dengan istilah tanah gambut. Jenis tanah organik banyak ditemukan di rawa-rawa yang luas seperti di pantai timur Sumatra, di sepanjang pesisir Kalimantan, di sekitar muara Membramo, dan di sebelah utara Merauke, Papua. Tanah gambut berwarna cokelat kelam hitam sampai berwarna hitam.

Renungkan:
Kamu patut bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena tinggal di Indonesia yang tanahnya subur. Berbagai jenis tumbuhan dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan bahan sandang, pangan, dan papan bagi masyarakat.

3. Potensi Sumber Daya Air
Perhatikanlah dari mana saja penduduk di sekitar tempat tinggal kamu memperoleh air? Apakah air tersebut habis karena dimanfaatkan oleh mereka? Sebagian dari mereka mungkin memperoleh air dari sumur yang dibuatnya. Sebagian yang lain mungkin dari sungai, danau, waduk, atau bahkan dari lembaga penyedia air. Namun, walaupun terus dimanfaatkan, air tersebut tidak habis. Mengapa demikian?
Ketika sinar matahari memanaskan permukaan bumi, terjadi penguapan atau evaporasi. Dalam proses penguapan, air (zat cair) berubah wujud menjadi uap air (zat gas). Uap air tersebut kemudian naik menjauhi permukaan bumi dan terjadilah proses kondensasi, yaitu perubahan uap air menjadi titik-titik air. Bersamaan dengan proses tersebut, terbentuklah awan dan selanjutnya turun sebagai hujan. Demikian seterusnya, air berubah wujud menjadi uap dan kadang menjadi es, kemudian berubah menjadi air kembali. Melalui proses tersebut, dapat dimengerti mengapa air tidak pernah habis. Proses inilah yang dikenal sebagai siklus air atau siklus hidrologi.
Ada tiga siklus air, yaitu siklus pendek, sedang, dan panjang.
Siklus air yang diuraikan di atas disebut sebagai siklus pendek. Sementara pada siklus sedang, air yang menguap berubah menjadi titik-titik air. Dari titik-titik air itu, terbentuklah awan. Angin membawa awan berpindah lokasinya ke wilayah lainnya atau daratan. Di daerah tertentu, awan tersebut kemudian menurunkan hujan. Aliran air hujan kemudian masuk ke sungai dan akhirnya kembali ke laut.
Siklus air bisa lebih panjang dari siklus sedang. Air yang menguap kemudian mengalami kondensasi dan berubah menjadi partikel-partikel es melalui proses sublimasi. Pada tahap berikutnya, air yang telah menjadi kristal-kristal es kemudian turun sebagai hujan dan atau salju. Di daratan, salju tersebut membentuk gletser. Es kemudian mencair dan masuk ke sungai dan pada akhirnya, es yang mencair itu mengalir menuju lautan Indonesia memiliki sumber daya air yang berlimpah karena curah hujan yang besar. Namun, di beberapa daerah seperti di Nusa Tenggara Timur, sumber daya airnya kurang karena curah hujan yang kecil. Di samping itu, kondisi tanah di NTT, berbatu (cadas) sehingga air tidak dapat meresap dengan baik ke dalam tanah.
Kekurangan air pada musim kemarau umumnya lebih banyak terjadi karena kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Fungsi hutan menyimpan cadangan air pada saat musim hujan menjadi tidak berfungsi karena sebagian hutan telah ditebang untuk kepentingan manusia. Pada saat musim hujan, air hujan mengalir ke sungai dan kemudian ke laut tanpa banyak mengisi cadangan air dalam tanah. Akibatnya, pada musim kemarau hanya sedikit air dalam tanah yang tersedia. Tidak ada air yang mengalir ke sungai-sungai yang ada sehingga sungai-sungai tersebut menjadi kering.
Air di Indonesia tersedia dalam berbagai bentuk, yaitu air hujan, air danau, air sungai, dan air tanah. Gambaran tentang sumber daya air tersebut adalah sebagai berikut
a. Air Hujan
Curah hujan di Indonesia umumnya sangat tinggi sehingga sangat mendukung kegiatan pertanian. Oleh karena itu, banyak masyarakat Indonesia yang memanfaatkan lahannya untuk kegiatan pertanian. Pada musim kemarau, air hujan sangat terbatas sehingga sebagian petani membiarkan lahannya tidak ditanami tanaman yang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan bantuan sarana irigasi yang dapat memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau.
Hujan jika tidak dikelola dengan baik juga akan menimbulkan dampak lingkungan yang luar biasa. Dampak yang sangat merugikan dan membahayakan manusia adalah munculnya bencana banjir. Bencana banjir terjadi karena hutan di daerah hulu sungai telah mengalami kerusakan dan adanya kebiasaan buruk manusia dalam membuang sampah.
b. Sungai
Kamu pasti pernah melihat sungai yang ada di daerah kamu maupun yang ada di daerah lainnya. Pernahkah kamu bertanya dari mana asalnya air sungai? Air hujan akan mengalir ke wilayah yang lebih rendah. Tempat yang lebih rendah merupakan lembah atau dataran rendah. Di tempat itulah air berkumpul membentuk aliran air berupa air sungai.
Jadi, apa yang dimaksud dengan sungai? Sungai adalah bagian dari muka bumi yang lebih rendah, tempat mengalirnya air dari daerah sekitarnya. Curah hujan di Indonesia yang sangat besar menimbulkan banyak sungai dengan berbagai ukuran. Ada sungai yang berukuran kecil dan ada sungai yang berukuran sangat besar. Sungai-sungai yang berukuran besar ada di sejumlah pulau besar seperti Kalimantan, Papua, dan Sumatra. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan sungai-sungai besar di Indonesia.
Tabel 2.2 Beberapa Sungai Panjang di Indonesia
No
Nama Sungai
Panjang (km)
Nama Provinsi
Nama Kabupaten/ Kota yang dilewati
1
Kapuas
998


2
Barito
704


3
Membramo
684


4
Digul
546


5
Musi
507


6
Batanghari
485


7
Indragiri
415


8
Kahayan
343


9
Mahakam
334



Aktivitas Kelompok
Sungai memiliki fungsi penting dalam kehidupan manusia dari masa ke masa khususnya pada masa Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam. Jelaskan fungsi sungai pada masa-masa tersebut dengan mengisi tabel berikut.
Masa
Fungsi Sungai
Praaksara
Hindu-Budha
Islam


c. Air Danau
Pernahkah kamu pergi ke danau? Pernahkah kamu berpikir dari mana air yang ada dalam danau tersebut? Jika kamu perhatikan, danau terletak di daerah yang lebih rendah daripada daerah sekelilingnya, bukan? Danau merupakan wilayah cekungan di daratan yang terisi oleh air.
Sumber air yang mengisi danau tidak selalu dari air sungai, tetapi juga bisa dari air hujan secara langsung maupun rembesan dari air tanah di sekitar danau.
Danau dapat dibedakan antara danau alam dan danau buatan. Danau alam terbentuk karena proses alam, misalnya aktivitas vulkanik, tektonik maupun aktivitas es pada Zaman Es.
Sementara itu, danau buatan atau bendungan merupakan danau yang sengaja dibuat dengan cara membendung air sungai. Danau dapat dibedakan menjadi beberapa kategori. Berikut ini adalah kategori danau berdasarkan proses pembentukannya.
Berdasarkan proses pembentukannya, danau dibedakan menjadi (1) danau vulkanik, (2) danau tektonik, (3) danau vulcano-tectonic, (4) danau pelarutan, (5) danau ladam, (6) bendungan.
1.    Danau vulkanik, yaitu danau yang terbentuk pada lubang kepundan atau kaldera gunung berapi. Air hujan mengisi lubang kepundan atau kaldera sehingga terbentuklah danau. Danau tipe ini sangat berbahaya jika gunung berapinya masih aktif. Jika akan terjadi letusan, air danau akan meresap menuju magma dan akan menambah kekuatan letusan. Selain itu, jika dinding kawah jebol, akan terjadi banjir besar dengan kecepatan tinggi atau banjir bandang. Karena itulah, dibuat terowongan untuk mengurangi volume air danau. Contoh danau jenis ini ialah Danau Kelimutu (Flores), Segara Anak (Rinjani), Kawah Ijen, Batur, Bratan, Kawah Kelud, Danau Sarangan, dan Danau Kerinci.
2.    Danau tektonik, yaitu danau yang terbentuk karena adanya gerakan tektonik atau gerakan lempeng bumi sehingga terbentuk cekungan-cekungan akibat patahan dan lipatan. Contohnya: Danau Tempe, Danau Tondano, Danau Towuti, Danau Poso di Sulawesi, Danau Maninjau, Danau Takengon, dan Danau Singkarak di Sumatera.
3.    Danau vulcano-tectonic, yaitu danau yang terbentuk karena gabungan proses vulkanik dan tektonik. Patahan atau depresi terjadi pada bagian permukaan bumi pascaletusan. Dapur magma yang telah kosong menjadi tidak stabil sehingga terjadi pemerosotan atau patah. Cekungan akibat patahan tersebut kemudian diisi oleh air. Contohnya Danau Toba di Sumatera.
4.    Danau pelarutan (solusional), yaitu danau yang terbentuk karena proses pelarutan pada bentuk lahan negatif atau berada di bawah rata-rata permukaan setempat. Peristiwa ini terjadi di daerah kapur (karst) oleh air hujan yang mengandung CO2. Bentuk lahan yang negatif pada daerah karst (pegunungan kapur) antara lain doline. Doline adalah ledokan atau lubang yang berbentuk corong pada batu gamping atau batu kapur dengan diameter dari beberapa meter saja sampai 1 km dengan kedalaman dari beberapa meter sampai ratusan meter.
5.    Danau ladam atau tapal kuda (oxbow lake) terbentuk akibat proses pemotongan saluran sungai meander secara alami dan ditinggalkan oleh alirannya. Sungai tersebut terputus dari sungai induknya dan sumber air yang diperoleh hanya dari air hujan. Besar danau bervariasi sesuai dengan ukuran sungai yang membentuknya.
6.    Bendungan atauwaduk, yaitu danau yang sengaja dibuat manusia dengan cara membendung aliran sungai. Waduk dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan pembangkit tenaga listrik. Selain itu, dengan dibangunnya waduk, air dapat diatur sesuai keperluan, misalnya pada musim hujan, sebagian air disimpan dan pada musim kemarau air bendungan dialirkan untuk mengairi sawah, dan berbagai keperluan lainnya. Contohnya Waduk Jatiluhur, Cirata, Saguling, Karangkates, Gajahmungkur, dan lain-lain.
Di samping danau-danau tersebut, terdapat juga danau yang terbentuk dari bekas galian pertambangan. Bekas galian tersebut kemudian terisi air dan menjadi danau. Danau juga ada yang terbentuk akibat cairnya es seperti yang terjadi di pegunungan yang ada di Papua.

Renungkan:
Sumber daya air di Indonesia begitu berlimpah, namun sumber daya tersebut banyak yang telah mengalami kerusakan. Jika kerusakan tersebut terus terjadi, berarti kita belum mensyukuri pemberian Tuhan berupa sumber daya air yang berlimpah. Pernahkah kamu melakukan hal-hal berikut ini? Jika pernah, sebaiknya segera dihentikan sebagai wujud syukur kita pada Tuhan Yang Maha Esa.
·      Membuang sampah ke sungai dan atau danau
·      Membiarkan teman kamu membuang sampah secara sembarangan
·      Mengambil ikan di sungai atau danau dengan racun, aliran listrik, peledak
·      Menggunakan air secara boros
·      Membiarkan keran air di toilet atau kamar mandi terbuka padahal bak sudah penuh

4. Potensi Sumber Daya Hutan
Pernahkah kamu pergi ke hutan? Pernahkah kamu melihat penduduk yang memanfaatkan hutan? Apa saja yang mereka manfaatkan dari hutan? Hutan di Indonesia dikenal sebagai hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis seringkali digambarkan sebagai hutan yang lebat padahal kenyataannya tidaklah selalu demikian. Hutan tropis di Indonesia sangat bervariasi dari hutan primer sampai hutan mangrove.
Hutan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, yaitu mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia (Kemenhut, 2011). Luas hutan yang besar tersebut saat ini masih dapat dijumpai di Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Di Jawa, luas hutan telah mengalami banyak penurunan karena terjadi alih fungsi untuk pertanian dan permukiman penduduk. Sementara itu, alih fungsi hutan menjadi pertanian dan perkebunan banyak dijumpai di Sumatera dan Kalimantan. Selain hutannya yang luas, hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan flora dan fauna atau keanekaragaman hayati yang sangat besar. Bahkan, banyak di antaranya merupakan spesies endemik atau hanya ditemukan di Indonesia, tidak ditemukan di tempat lainnya.
Hasil hutan sebenarnya tidak hanya sekadar kayu. Hutan tropis yang dimiliki Indonesia juga menghasilkan buah-buahan dan obat-obatan. Namun demikian, hasil hutan yang banyak dikenal penduduk adalah sebagai sumber kayu. Setidaknya terdapat 4.000 jenis kayu yang 267 jenis di antaranya merupakan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Secara umum, jenis-jenis kayu dan sebarannya adalah sebagai berikut.
1).Kayu keruing, meranti, agathis dihasilkan terutama di Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.
2).Kayu jati banyak dihasilkan di Jawa Tengah.
3).Rotan banyak dihasilkan di Kalimantan, Sumatra Utara dan Sumatera Barat.
4).Kayu cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.
5).Kayu rasamala dan akasia banyak dihasilkan di Jawa Barat.
Mengapa kita harus menyelamatkan hutan? Hutan yang kita miliki saat ini ternyata telah mengalami banyak kerusakan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan, laju kerusakan hutan kita mencapai 300.000 hektar per tahun. Akibatnya, banyak spesies tumbuhan dan hewan yang terancam punah, bahkan beberapa di antaranya dianggap punah.Jika hal ini terjadi terus-menerus, bukan tidak mungkin pada masa yang akan datang hutan kita akan habis. Padahal, hutan memiliki banyak manfaat atau fungsi, yaitu seperti berikut.
1.    Tempat menyimpan air hujan dan kemudian mengalirkannya ke sungai-sungai dan danau sehingga pada musim kemarau tidak mengalami kekeringan.
2.    Tempat hidup bagi flora dan fauna yang menjadi sumber makanan dan obat-obatan pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.
3.    Mencegah terjadinya erosi atau pengikisan karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan mengikis tanah-tanah yang subur.
4.    Menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida sehingga suhu bumi terkendali.
5.    Sumber kehidupan bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar hutan dari produk yang dihasilkannya.

Wawasan:
Setiap tumbuhan di hutan mengandung karbon. Jika hutan terbakar atau sengaja dibakar, karbon tersebut akan lepas ke udara. Ini berarti akan menambah karbon dioksida di udara. Karbon dioksida bersifat menyerap panas sehingga suhu udara akan meningkat dengan meningkatnya kadar karbon dioksida di udara

Renungkan:
Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena diberikan sumber daya hutan Indonesia yang sangat kaya akan berbagai jenis hasil hutan, khususnya kayu. Namun, sayangnya hutan telah banyak mengalami kerusakan akibat ulah manusia. Akibatnya, bencana alam banjir dan kekeringan makin sering terjadi. Apa yang sebaiknya kamu lakukan agar sumber daya hutan kita tetap lestari dan memberikan manfaat secara terus-menerus pada bangsa Indonesia? Pernahkah kamu melakukan hal-hal berikut ini agar hutan kita tetap lestari?
Jawablah dengan jujur dan jika belum, lakukanlah sebagai bentuk kecintaan kita pada Indonesia.
·      Menghemat penggunaan kertas
·      Melakukan daur ulang kertas
·      Memelihara tanaman
·      Ikut serta dalam kegiatan penghijauan

5. Potensi Sumber Daya Tambang
Perhatikanlah keadaan sekitar tempat tinggal kamu masing-masing! Adakah kegiatan penambangan yang dilakukan oleh penduduk di sekitar tempat tinggal kamu? Kegiatan penambangan apakah yang umumnya dilakukan oleh mereka? Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan bahan tambang. Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Aktivitas pertambangan telah menghasilkan banyak devisa bagi Indonesia.
Seberapa besarkah potensi tambang di Indonesia? Di manakah jenis dan lokasi pertambangan di
Indonesia?
a. Minyak Bumi dan Gas
Minyak bumi dan gas merupakan sumber energi utama yang saat ini banyak dipakai untuk keperluan industri, tranportasi, dan rumah tangga. Saat ini telah dikembangkan sumber energi alternatif, misalnya bioenergi dari beberapa jenis tumbuhan dan sumber energi lainnya, seperti energi matahari, angin, dan gelombang. Namun, produksi energi dari sumber energi alternatif masih terbatas jumlahnya.
Cadangan minyak bumi Indonesia terus berkurang seiring dengan pengambilan atau eksploitasi yang terus dilakukan. Ada yang memperkirakan dalam kurun waktu 14 tahun ke depan, cadangan tersebut akan habis dan Indonesia terpaksa harus membeli atau mengimpor dari negara lain. Hal itu tidak akan terjadi dengan cepat jika ditemukan cadangan baru yang diperkirakan masih besar. Cadangan minyak bumi Indonesia diperkirakan masih cukup besar. Adapun sebaran penghasil minyak pada sejumlah pulau di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini
Tabel 2.3 Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia
No
Nama Pulau
Daerah Penghasil Minyak Bumi
1
Sumatera
Pereula dan Lhokseumawe (Aceh Darussalam), Sungai Pakning dan Dumai (Riau), Plaju, Sungai Gerong dan Muara Enim (Sumatera Selatan)
2
Jawa
ati Barang Majalengka (Jawa Barat), Wonokromo, Delta (Jawa Timur), Cepu, Cilacap (Jawa Tengah)
3
Kalimantan
Pulau Tarakan, Balikpapan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur), Rantau, Tanjung, dan Amuntai (Kalimantan Selatan)
4
Maluku
Pulau Seram dan Tenggara
5
Papua
Klamono, Sorong, dan Babo

b. Batu Bara
Batu bara adalah batuan sedimen yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun yang lalu. Unsur-unsur yang menyusunnya terutama adalah karbon, hidrogen, dan oksigen.
Batu bara digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan. Energi yang dihasilkan batu bara dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia, dan lain-lain.
Cadangan batu bara Indonesia hanya 0,5% dari cadangan batu bara dunia. Namun, dilihat dari produksinya, cadangan batu bara Indonesia merupakan yang ke-6 terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton. Batu bara dapat dijumpai di sejumlah pulau, yaitu Kalimantan dan Sumatra. Potensi batu bara di kedua pulau tersebut sangat besar. Pertambangan batu bara di Kalimantan terdapat di Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda), Sumatra Barat (Ombilin dan Sawahlunto), Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim)
c. Bauksit
Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan aluminium. Bauksit bermanfaat untuk industri keramik, logam, kimia, dan matulergi. Indonesia memiliki potensi bauksit yang cukup besar dengan produksi mencapai 1.262.710 ton. Sebagian dari hasil pertambangan bauksit dimanfaatkan untuk industri dalam negeri dan sebagian lainnya diekspor. Bauksit ditambang di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang)
d. Pasir Besi
Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan industri semen. Aktivitas penambangan pasir besi dapat ditemukan di Cilacap (Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan Verbeek (Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan)
e. Emas
Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Berdasarkan data Tekmira ESDM, produksi emas Indonesia pada tahun 2003 mencapai 141.019 ton. Emas ditambang di Jawa Barat (Cikotok dan Pongkor), Papua (Freeport, Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nanggroe Aceh Darussalam (Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan Bengkulu (Rejang Lebong).
f.Timah
Timah dimanfaatkan sebagai bahan baku logam pelapis, solder, cendera mata, dan lain-lain. Aktivitas penambangan timah terdapat di Sungai Liat (Pulau Bangka), Manggara (Pulau Belitung), dan Dabo (Pulau Singkep) serta Pulau Karimun
g. Tembaga
Tembaga banyak dimanfaatkan dalam industri peralatan listrik, industri konstruksi, pesawat terbang, kapal laut, atap, pipa ledeng, dekorasi rumah, mesin-mesin pertanian, pengatur suhu ruangan, dan lain-lain. Aktivitas penambangan tembaga terdapat di Papua oleh PT. Freeport
h. Nikel
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada industri logam. Nikel ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah lain yang memiliki potensi nikel adalah Papua dan Maluku
i.Aspal
Aspal digunakan sebagai bahan utama untuk membuat jalan. Aspal ditambang di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara
j.Mangan
Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja, pembuatan baterai kering, keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan ditambang di daerah Tasikmalaya (Jawa Barat), Kiripan (Yogyakarta), dan Martapura (Kalimantan Selatan)
k. Belerang
Belerang banyak ditemukan di Gunung Welirang, Jawa Timur dan Gunung Patuha, Jawa Barat
l.Marmer
Marmer terbentuk dari proses malihan batu gamping atau batu kapur. Suhu dan tekanan bekerja pada batu gamping karena adanya tenaga endogen atau tenaga dari dalam bumi. Marmer banyak digunakan untuk seni pahat, patung, meja, dinding, lantai rumah, dan lain-lain. Marmer ditambang di Tulungagung (Jawa Timur), Lampung, dan Makassar.
m.Yodium
Yodium digunakan sebagai bahan baku utama untuk larutan obat dalam alkohol, kesehatan, herbisida, industri desinfektan, serta digunakan dalam garam agar lebih sehat. Yodium ditambang di Semarang (Jawa Tengah) dan Mojokerto (Jawa Timur).

6. Potensi dan Persebaran Sumber Daya Laut
Perhatikan ikan yang kamu makan untuk menjadi lauk pauk tiap hari. Ikan tersebut termasuk ikan darat atau ikan laut? Kalau ikan darat, tahukah kamu cara membudidayakannya? Kalau ikan laut, bagaimana ikan tersebut dapat kamu peroleh dan nikmati? Laut merupakan 2/3 dari luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 juta km2. Di dalam laut, tersimpan kekayaan alam yang luar biasa besarnya.
Potensi kekayaan laut tidak hanya berupa ikan, tetapi juga bahan tambang seperti minyak bumi, emas, nikel, bauksit, pasir, bijih besi, timah, dan lain-lain yang ada di bawah permukaan laut. Kekayaan lain dari sumber daya laut adalah sumber daya alam berupa mangrove, terumbu karang, dan lain-lain. Sumber daya ini dikenal dengan sumber daya pesisir.
a.Perikanan
Salah satu potensi sumber daya laut yang telah lama dimanfaatkan penduduk adalah sumber daya perikanan. Laut Indonesia memiliki angka potensi lestari sebesar 6,4 juta ton per tahun. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan ikan untuk melakukan regenerasi sehingga jumlah ikan yang ditangkap tidak akan mengurangi populasi ikan. Berdasarkan aturan internasional, jumlah tangkapan yang diperbolehkan ialah 80% dari potensi lestari tersebut atau sekitar 5,12 juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah tangkapan ikan di Indonesia mencapai 5,4 juta ton per tahun. Ini berarti masih ada peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan yang diperbolehkan, yaitu sebesar 720.000 ton per tahun.
Jika dibandingkan sebaran potensi ikannya, tampak adanya perbedaan secara umum antara Indonesia bagian Barat dan Timur. Di Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman 75 meter, jenis ikan yang banyak dtemukan adalah ikan pelagis kecil. Kondisi yang agak berbeda terdapat di kawasan Indonesia Timur yang kedalaman lautnya mencapai 4.000 m. Di kawasan Indonesia Timur, banyak ditemukan ikan pelagis besar seperti tuna dan cakalang
Selain ikan tangkap (ikan yang tersedia di lautan), penduduk Indonesia juga melakukan budi daya ikan di daerah pesisir. Di pantai utara Pulau Jawa, banyak penduduk yang mengembangkan usaha tambak. Jenis ikan yang dikembangbiakkan adalah ikan bandeng dan udang.
Kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah pesisir berupa hutan mangrove, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang. Indonesia memiliki 13.466 pulau sehingga garis pantainya sangat panjang. Panjang garis pantai Indonesia mencapai 81.000 km atau kedua terpanjang di dunia setelah Kanada. Oleh karena itulah, potensi sumber daya alam wilayah pesisir sangat penting bagi Indonesia
b.Hutan Mangrove
Hutan mangroveatau lebih dikenal masyarakat sebagai hutan bakau merupakan tipe hutan yang terletak di daerah pasang surut air laut. Pada saat air pasang, hutan mangrove tergenang oleh air laut dan pada saat surut, hutan mangrovebebas dari genangan air laut. Biasanya hutan mangrove berkembang dengan baik pada pantai yang terlindung, muara sungai, maupun laguna.
Tumbuhan yang hidup di hutan mangrove tahan terhadap garam yang terkandung dalam air laut. Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis dan fungsi ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove adalah sebagai habitat atau tempat hidup binatang laut untuk berlindung, mencari makan, atau berkembang biak. Fungsi ekologis lainnya dari hutan mangrove adalah melindungi pantai dari abrasi air laut
Fungsi ekonomis hutan mangrove berupa nilai ekonomi dari kayu dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Penduduk biasanya memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu bakar dan bahan pembuat arang. Kayu bakau dapat juga dijadikan bahan pembuat kertas. Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis hewan yang bernilai ekonomi, misalnya udang dan jenis ikan lainnya yang berkembang biak di wilayah ini.
Di mana sajakah sebaran hutan mangrovedi Indonesia? Perhatikanlah peta sebaran hutan mangrove di atas. Hutan mangrove diberi simbol warna hijau pada batas antara daratan atau pulau dengan lautan. Jika kamu perhatikan sebarannya, tampak bahwa hutan mangrove tersebar di pesisir barat Pulau Sumatra, beberapa bagian dari pantai utara Pulau Jawa, sepanjang pesisir Kalimantan, Pesisir Pulau Sulawesi, Pesisir Selatan Papua, dan sejumlah pulau kecil lainnya.
Berdasarkan data dari UNESCO, jumlah hutan mangrove seluruhnya di Indonesia mencapai angka 3.716.000 hektare. Hutan mangrove Indonesia tersebar tidak merata. Luas terbesar hutan mangrove berada di Pulau Papua yang mencapai 3.716.100 hektare. Luas hutan mangrove terbesar terdapat di Papua yang mencapai angka 2.943.000 hektare. Berikutnya adalah Kalimantan (165.000 hektare), Sumatra (417.000 hektare), Sulawesi (53.000 hektare), Jawa (34.400 hektare), Bali dan Nusa Tenggara (3.700 hektare).
c.Terumbu Karang
Terumbu karang merupakan terumbu yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral. Terumbu itu sendiri berarti batuan sedimen kapur di laut. Koral adalah binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya. Jika ribuan koral membentuk koloni, mereka akan membentuk karang. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia. Luas terumbu karang Indonesia mencapai 284.300 km2 atau 18% dari terumbu karang yang ada di dunia. Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya, tetapi juga keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya. Keanekaragaman hayati terumbu karang juga yang tertinggi di dunia. Di dalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 590 jenis karang, 2.500 jenis moluska, dan 1.500 jenis udang-udangan. Mengapa terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia? Terumbu karang akan tumbuh dengan baik pada suhu perairan laut antara 21O- 29OC. Pada suhu lebih besar atau lebih kecil dari suhu perairan tersebut, pertumbuhan terumbu karang kurang bagus. Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu perairannya hangat, pantas jika terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia.
Terumbu karang juga akan tumbuh dengan baik pada kondisi air yang jernih dan dangkal. Kedalaman air yang baik untuk pertumbuhan terumbu karang tidak lebih dari 18 meter. Jika lebih besar dari kedalaman tersebut, pertumbuhan terumbu karang juga kurang baik.
Selain persyaratan tersebut, terumbu karang juga mensyaratkan salinitas atau kandungan garam air laut yang tinggi. Oleh karena itu, terumbu karang sulit hidup di sekitar muara sungai karena kadar garam air lautnya menurun akibat masuknya air sungai ke laut.
Mengapa terumbu karang harus dilindungi dari kerusakan? Terumbu karang memiliki banyak manfaat. Manfaat terumbu karang dapat bersifat ekonomis, ekologis, maupun sosial ekonomi. Adapun gambaran tentang manfaat terumbu karang tersebut adalah sebagai berikut.
1.    Manfaat ekonomi, yaitu sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan objek wisata bahari.
2.    Manfaat ekologis, yaitu mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat berakibat terjadinya abrasi.
3.    Manfaat sosial ekonomi, yaitu sebagai sumber perikanan yang dapat meningkatkan pendapatan para nelayan. Terumbu karang juga menjadi daya tarik objek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan penduduk sekitar dari pariswisata.

Uji Pemahaman Materi
1.    Kandungan sumber daya alam apa saja yang terdapat di provinsi tempat tinggalmu?
2.    Apa saja yang termasuk dalam kategori potensi sumber daya pertanian? Jelaskan bagaimana cara pemanfaatannya!
3.    Apa saja yang termasuk dalam kategori potensi sumber daya kelautan? Jelaskan bagaimana cara pelestariannya!
4.    Sumber daya alam gas dan minyak bumi yang dimiliki Indonesia jumlahnya terbatas. Apa yang terjadi jika sumber daya alam tersebut habis?
5.    Sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam, kemanfaatan apa saja yang dapat diambil dari sumber daya alam tersebut bagi kehidupan di Indonesia?